Rabu, 17 November 2010

Idul Adha Momentum Tingkatkan Solidaritas Nasional

Wednesday, 17 November 2010
ImageBERDOA, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, dan Mensesneg Sudi Silalahi berdoa seusai menyerahkan hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin.

JAKARTA (SINDO) – Peringatan Hari Raya Idul Adha seharusnya menjadi momentum untuk berbagi dan meningkatkan solidaritas nasional.Dengan solidaritas nasional, kecemburuan sosial yang selama ini sering menjadi pemicu perpecahan sekaligus menggoyang integritas bangsa diharapkan dapat terkikis. “Sifat solidaritas inilah yang harus kita tingkatkan dan pelihara terus apalagi dalam menghadapi situasi dan kondisi ekonomi dewasa ini yang masih terus mengalami krisis,”ujar Guru Besar Universitas Hasanuddin, Makassar, Prof Halide dalam khotbahnya pada salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta,kemarin.

Secara khusus, dia mengkritik pemimpin dan pengambil kebijakan yang dinilainya belum mampu mengatasi persoalan bangsa secara tuntas.Menurut dia,para pemimpin saat ini justru terjebak dalam suasana saling menghujat.“Mulai hari ini mari kita hentikan saling menghujat dan menuding,”ajaknya. Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal diikuti ribuan jamaah.

Di antara jamaah yang melaksanakan salat Idul Adha adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Ibu Ani Yudhoyono, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II seperti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar. Juga hadir Ketua DPD Irman Gusman.

Setelah melaksanakan salat Idul Adha,Presiden menyerahkan hewan kurban berupa seekor sapi berbobot 1,8 ton.Wakil Presiden Boediono yang juga menyerahkan hewan kurban berupa seekor sapi tidak hadir karena sedang berada di Jepang. Terpisah, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai momentum Idul Adha dan menyembelih hewan kurban merupakan bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Apalagi, perayaan Idul Adha kali ini dibarengi oleh rangkaian bencana, banjir bandang di Wasior, tsunami di Mentawai, dan letusan Gunung Merapi. “Pengorbanan tanpa pamrih kepadasesamamerupakanpenerapan nilai-nilaiberkorban.Sikap tersebut seharusnya menjadi landasan para pemimpin bangsa dan negara dalam melaksanakan kepemimpinan, ”kata Muhaimin saat memberikan khotbah Salat Idul Adha 1431 H di Masjid Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara,kemarin.

Politikus yang akrab disapa Cak Imin ini juga mengajak masyarakat terutama umat Islam untuk menegakkan kesalehan sosial serta berkorban untuk kepentingan bersama. Ia menyatakan,manusia pada dasarnya adalah makhluk zoon politicon yang cenderung untuk saling bekerja sama. (maesaroh/rahmat sahid)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar