Sabtu, 06 November 2010

PACARAN,,,HARUSKAH??

Bagi sebagian besar remaja didunia,pacaran merupakan hal yang biasa.Bahkan seakan telah menjadi kebutuhan.Tapi sebenarnya dampak dari pacaran itu sendiri,baikkah?
Membicarakan masalah dampak positif ataupun negatif,penulis cenderung mengembalikan hal itu pada orang yang menjalani.Artinya,bagi sebagian orang 'pacaran' kadang justru bisa meningkatkan kualitas kehidupannya,memacu untuk berkreasi dsb.Tapi bagi sebagian yang lain berdampak sebaliknya.Sedangkan dari sudut pandang keagamaan,pacaran memang dilarang.
Terlepas dari doktrin agama tersebut,dari sisi psikologis pacaran bisa jadi 'dianjurkan' untuk dilakukan.Pada kenyataannya,pacaran seringkali menjadi tolok ukur kedewasaan bagi remaja,karena dalam 'pacaran' akan terjadi proses interaksi terhadap kepribadian satu sama lain.Tidak jarang konflik terjadi dan menuntut penyelesaian ataupun jalan keluar.Nah..disinilah proses menuju kedewasaan itu sedang berlangsung.
Berkaitan dengan hal itu,memang pacaran bukanlah jalan satu-satunya untuk berproses menjadi dewasa tetapi paling tidak pada seorang yang menjalani 'pacaran' cenderung lebih bisa berpikir dewasa.
Pada remaja yang mengalami broken home,pacaran bisa menjadi "sarana" untuk mendapatkan kasih sayang yang mungkin tidak didapatnya dari keluarga.menurut dosen psikologi universitas swasta yang tidak mau disebutkan identitasnya,berpendapat bahwa pacaran dianjurkan untuk dilakukan.Tentusaja dengan batasan dan penempatan yang terkontrol alias tidak kebablasan.
Yang perlu diingat dalam berpacaran ialah jangan jadikan aktifitas menjurus kearah seksualitas sebagai cara untuk mengungkapkan perasaan dan kasihsayang.SANGAT BANYAK remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas berawal dari pacaran,tapi SEDIKIT remaja yang bisa berprestasi dengan dorongan orang yang disayangi,termasuk kekasihnya.Dalam perhitungan yang banyak dan sedikit itulah...kita sendiri yang tau,kita termasuk dalam kelompok yang mana.Seyogyanya remaja sebagai generasi penerus bangsa mampu menjaga harkat dan martabat bangsa ini dimulai dari menjaga harga dirinya.
Melalui tulisan ini,penulis hanya sedikit berpesan..bagi anda yang tidak atau belum memulai "berpacaran",lebih baik jangan dilakukan.Bagi yang sudah atau sedang berpacaran..berhati-hatilah,jadikan pacaran sebagai energi positif untuk meningkatkan prestasi dan akan lebih baik jika sesegera mungkin dilanjutkan ke jenjang yang lebih suci dalam ikatan PERNIKAHAN.

Oleh : LAILATI ATIQOH
wonosobo,07 November 2010

1 komentar:

  1. aq setuju,,
    pacaran boleh aja, asalkan tidak melanggar norma, bagi yang belum pernah mnding gak usah,, kalo yang sdah, y sdah.
    hehe

    BalasHapus